Ada karya yang tidak pernah benar-benar meninggalkan tempat di mana karya itu dilahirkan. Meski penciptanya telah melanjutkan pengabdian di tempat lain, karyanya tetap hidup dan menjadi bagian dari keseharian generasi berikutnya. Hal tersebut tergambar dalam kehadiran Didik Haryanto, S.Pd. dan Wahyudin, S.Pd., pencipta Mars SMKN 1 Dukuhturi (Mars Smekar), dalam acara puncak peringatan HUT ke-68 SMKN 1 Dukuhturi.

Mars Smekar diciptakan pada tahun 2015 oleh Didik Haryanto, S.Pd. dan Wahyudin, S.Pd. Sejak saat itu, lagu tersebut terus menjadi bagian dari perjalanan SMKN 1 Dukuhturi dan hingga kini masih dinyanyikan dalam berbagai kegiatan sekolah. Keduanya merupakan mantan guru SMKN 1 Dukuhturi yang kini telah melanjutkan tugas dan pengabdiannya di sekolah lain. Meskipun tidak lagi mengajar di SMKN 1 Dukuhturi, karya yang mereka ciptakan lebih dari satu dekade lalu masih terus hidup dan menjadi bagian dari keseharian warga sekolah.

Kehadiran keduanya di puncak HUT ke-68 menjadi momen istimewa sekaligus bentuk penghormatan dan apresiasi sekolah atas jasa serta karya yang telah mereka tinggalkan. Mars Smekar menjadi salah satu karya yang hingga saat ini masih dikenang dan dinyanyikan oleh para siswa.

Mars Smekar yang Tak Pernah Berhenti Bergema

Setiap upacara bendera hari Senin, Mars Smekar berkumandang di lingkungan SMKN 1 Dukuhturi. Para siswa menyanyikannya secara bersama-sama dengan penuh semangat. Lirik yang mudah diingat dan musik yang enak dinyanyikan membuat Mars Smekar begitu dekat dengan para siswa. Irama yang penuh semangat juga membuat lagu tersebut mudah membangkitkan energi dan kekompakan ketika dinyanyikan bersama.

Bagi siswa, Mars Smekar bukan sekadar lagu yang dinyanyikan sebagai bagian dari rangkaian upacara. Lagu tersebut telah menjadi salah satu identitas sekolah yang terus dikenalkan kepada siswa baru dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Sejak diciptakan pada 2015, Mars Smekar telah melewati perjalanan panjang. Siswa yang menyanyikannya hari ini berasal dari generasi yang berbeda dengan siswa ketika lagu tersebut pertama kali diciptakan. Namun, lirik dan iramanya tetap akrab di telinga dan tetap dinyanyikan dengan semangat.

Ketika para siswa menyanyikan Mars Smekar setiap Senin, sosok penciptanya mungkin tidak selalu hadir di tengah-tengah mereka. Namun, karya Didik Haryanto, S.Pd. dan Wahyudin, S.Pd. tetap hadir melalui setiap lirik dan irama yang dinyanyikan.

Pernah Mengabdi, Tetap Menjadi Bagian dari Sejarah

Perjalanan seorang guru tidak selalu berhenti di satu sekolah. Demikian pula dengan Didik Haryanto dan Wahyudin. Setelah pernah mengabdikan diri sebagai guru di SMKN 1 Dukuhturi, keduanya kini melanjutkan tugas mengajar di sekolah lain. Namun, perpindahan tempat pengabdian tidak menghapus jejak yang pernah ditinggalkan. Mars Smekar menjadi salah satu karya yang membuat hubungan tersebut tetap terjaga.

Setiap kali Mars Smekar dinyanyikan, karya kedua mantan guru tersebut kembali hadir di tengah warga sekolah. Suara para siswa menjadi pengingat bahwa sebuah karya dapat melampaui ruang dan waktu, bahkan ketika penciptanya sudah tidak lagi berada di lingkungan sekolah. Karena itu, kehadiran Didik Haryanto dan Wahyudin dalam puncak HUT ke-68 memiliki makna tersendiri. Mereka tidak hanya hadir sebagai tamu, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan sejarah SMKN 1 Dukuhturi.

Penghormatan di Puncak HUT ke-68

Menghadirkan kedua pencipta Mars Smekar dalam puncak peringatan HUT ke-68 menjadi salah satu bentuk apresiasi sekolah terhadap orang-orang yang pernah memberikan kontribusi dalam perjalanan SMKN 1 Dukuhturi. Momentum tersebut semakin bermakna karena peringatan HUT ke-68 mengusung tema “Mengakar dalam Karya, Mekar dalam Prestasi.” Tema tersebut sejalan dengan semangat untuk menghargai karya-karya yang telah menjadi bagian dari perjalanan sekolah sekaligus mendorong generasi saat ini untuk terus menciptakan karya dan meraih prestasi.

Mars Smekar menjadi contoh bahwa sebuah karya dapat terus tumbuh jauh setelah karya tersebut diciptakan. Didik Haryanto, S.Pd. dan Wahyudin, S.Pd. mungkin kini mengajar di sekolah lain, tetapi karya mereka tetap mengakar di SMKN 1 Dukuhturi dan terus mekar melalui suara para siswa yang menyanyikannya.

Pada akhirnya, jarak dan perpindahan tempat pengabdian tidak menghapus jejak sebuah karya. Selama Mars Smekar terus dinyanyikan dalam setiap upacara dan kegiatan sekolah, karya kedua penciptanya akan tetap menjadi bagian dari cerita panjang SMKN 1 Dukuhturi.

Sebuah lagu diciptakan pada 2015, tetapi jejaknya terus hidup hingga hari ini, menjadi karya, menjadi identitas, dan menjadi bagian dari perjalanan generasi demi generasi SMKN 1 Dukuhturi.

By smekar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *